Cari Blog Ini
Kamis, 08 Mei 2014
Rabu, 07 Mei 2014
Rabu, 16 April 2014
Terlecut Kesuksesan Simon
Selasa, 15 April 2014 11:15
Simon Santoso (Foto: PBSI)
ALOT STAR – Tak ada yang tak mungkin. Jadilah pebulutangkis yang pantang menyerah dan bekerja keras. Nilai-nilai inilah yang dipetik para pemain junior Indonesia atas sukses Simon Santoso menaklukkan Lee Chong Wei di ajang Singapore Open Super Series 2014.
Simon yang berjuang dari babak kualifikasi, perlahan tapi pasti merangkak naik ke babak selanjutnya. Pemain top seperti Du Pengyu (China) disingkirkan di semifinal. Puncaknya, dia mencengangkan perbulutangkisan dunia dengan menggulingkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia itu.
Berita kemenangan pemain kelahiran Tegal (Jateng), 29 Juli 1985 itu memang ramai dibicarakan seluruh pecinta bulutangkis Tanah Air. Bahkan kabar gembira ini sampai ke telinga para pemain junior yang sedang berlaga pada ajang BWF World Junior Championships 2014 di Alor Star, Malaysia.
"Saya turut senang dengan keberhasilan Koh Simon. Apalagi dia adalah senior saya di klub Tangkas Specs, dan pelatih kami di klub juga sama," kata Jonatan Christie, pemain tunggal putra Indonesia yang duduk di peringkat satu dunia junior.
"Kemenangan Koh Simon membuat saya termotivasi. Bahwa dia pantang menyerah dan tidak takut meskipun Chong Wei punya ranking yang lebih tinggi. Koh Simon juga fokus sekali di pertandingan, sampai-sampai seorang Chong Wei bisa membuat kesalahan segitu banyaknya," jelas Jonatan.
Sementara itu, Muhammad Bayu Pangisthu juga mengungkapkan rasa kagum atas perjuangan Simon. Bayu pun bercerita bahwa sesaat jelang bertanding di babak kedua, Senin (14/4) melawan Lee Zii Jia dari Malaysia, sang pelatih, Imam Tohari menyemangatinya lewat cerita keberhasilan Simon di Singapura.
Kerja keras dan perjuangan Simon saat melawan Chong Wei patut menjadi contoh untuk pemain-pemain muda. Pemain terkuat dunia pun bisa dikalahkan dan tidak ada yang tidak mungkin jika kita bekerja keras dan terus berusaha.
"Kami jadi termotivasi dengan kemenangan Koh Simon. Pelajaran yang dapat diambil adalah sebetulnya siapa pun punya kesempatan untuk bisa mengalahkan pemain terkuat dunia. Semoga kami para pemain tunggal putra junior juga bisa mempersembahkan gelar di ajang WJC 2014," ujar Bayu yang dijumpai di Stadion Sultan Abdul Halim.
Sementara itu Simon mengaku senang prestasinya bisa melecut semangat juniornya. Simon mengatakan bahwa semoga kemenangan atas Chong Wei yang merupakan Raja Super Series tersebut bisa memotivasi pemain junior untuk meraih gelar di WJC 2014.
"Terima kasih kepada adik-adik junior atas apresiasinya. Semoga bisa meraih sukses di WJC 2014. Pokoknya semua harus bermain penuh semangat, fight terus, dan tampil tanpa beban," tutur Simon kepada badmintonindonesia.org.
Strategi Jitu 'Pacman' Bungkam Bradley
Strategi Jitu 'Pacman' Bungkam Bradley
Minggu, 13 April 2014 14:20
Manny Pacquiao (Reuters)
LAS VEGAS – Dendam terbalaskan, plus kemenangan mutlak didapatkan Manny Pacquiao usai mengalahkan Timothy Bradley. Sukses mencapai hasil tersebut, petinju berjuluk Pacman ini memiliki strategi jtiu untuk mengklaim gelar WBO (Welterweight), Sabtu, waktu setempat.
Ini merupakan partai kedua bagi Pacman dan Bradley, di mana pada tahun 2011 lalu di tempat yang sama, kedua petinju pernah bertemu. Kala itu Bradley menang angka dan dinilai tidak adil oleh beberapa kalangan.
Namun di duel kedua Pacquiao berhasil melakukan balas dendam dan mengakhiri pertarungan dengan kemenangan yang dia raih lewat skor 116-112, 116-112 dan 118-112.
Tak mau mengulang kegagalan yang sama, petinju asal Filipina itu punya strategi khusus mengalahkan Bradley. “Saya tahu saya harus berbuat lebih banyak di laga ini daripada yang saya lakukan di laga terakhir," ucap Pacquiao usai pertandingan.
Bagi Pacman, ini merupakan kemenangan keduanya, setelah sempat terjungkal dari Juan Manuel Marquez. Kemenangan juga pernah diraih Pacman saat berhadapan dengan Brandon Rios November silam dengan di Macau.
PENYEBAB LORENZO JUMP STAR
Nyamuk, Penyebab Lorenzo Jump Start
Senin, 14 April 2014 15:03
Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
AUSTIN – Jorge Lorenzo membuat kesalahan pada awal balapan. Dia melakukan jump start saat lampu masih merah. Lorenzo beralasan sempat diganggu oleh nyamuk saat berada di lintasan.
Menurut dua kali juara dunia MotoGP itu, kesalahan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang kariernya setelah motor Movistar Yamaha miliknya ‘nyelonong’ lebih dulu sebelum lampu merah berganti saat awal balapan.
Sadar telah melakukan kesalahan, Lorenzo langsung masuk ke dalam pit untuk menjalani hukuman di akhir lap pertama. Beruntung, pembalap asal Spanyol itu masih bisa finis di peringkat 10 dan membawa pulang poin.
“Ketika saya masuk ke dalam grid untuk memulai balapan, saya terganggu nyamuk di helm. Jadi saya memutuskan untuk mengusirnya dan ini sangat mengganggu saya. Saya tidak berpikir atau fokus saat itu,” terang Lorenzo, kepada situs MotoGP, Senin (14/4/2014).
“Ketika saya melihat lampu merah menyala, saya mengira balapan sudah mulai jadi saya memutuskan untuk melepas kopling dan di saat itu saya melakukan jump start,” sambung pembalap asal Spanyol itu.
Setelah insiden itu, Lorenzo telah meminta maaf kepada semua orang. “Itu sebuah kesalahan yang sangat besar. Salah satu kesalahan terbesar yang pernah saya buat dalam karier saya,” tutupnya.
Marquez Pecahkan Rekor Tahun Lalu
Senin, 14 April 2014 11:30 wib
Marc Marquez. (Foto: Reuters)
AUSTIN – Marc Marquez kembali membuat rekor baru. Selain mencatat dua kemenangan beruntun dalam dua musim, Marquez berhasil membuat rekor baru untuk catatan waktu tercepat di Circuit of the Americas (COTA), dini hari tadi WIB.
Dalam balapan itu, Jorge Lorenzo sempat mencuri start di awal perlombaan. Tapi, pembalap Movistar Yamaha itu harus menjalani penalti karena aksi jump start-nya tersebut melanggar peraturan.
Keadaan itu mampu dimanfaatkan oleh Marquez yang langsung melesat meninggalkan para rivalnya. Pembalap Repsol Honda itu berhasil mencatat waktu 2 menit 03.575 detik, atau unggul 4.124 detik dari rekan setimnya, Dani Pedrosa.
Catatan itu melewati prestasinya pada musim lalu. Kendati memimpin sejak awal, hal ini justru sempat mengganggu konsenstrasinya.”Ini sedikit aneh dan sulit untuk mempertahankan konsentrasi. Saya sempat sedikit kehilangan konsentrasi,” kata Marquez, setelah balapan.
“Tapi, kami sangat senang dengan tambahan 25 poin ini. Balapan selanjutnya akan berbeda. Ini adalah salah satu trek favorit saya, jadi kemenangan ini lebih mudah mungkin,” lanjut pembalap asal Spanyol itu, diberitakan Visordown, Senin (14/4/2014).
Baru memasuki musim kedua di MotoGP kelas utama, Marquez menjadi pembalap kedua yang berhasil memenangkan dua balapan beruntun dari pole position dalam dua musim terakhir. Pembalap sebelumnya yang berhasil meraih prestasi itu adalah mantan joki, Mick Doohan di musim 1995.
Clippers Cetak Rekor, Knicks Hancurkan Nets
Rabu, 16 April 2014 14:16
Center Clippers DeAndre Jordan coba mencetak angka. (Foto: Reuters)
LOS ANGELES – Los Angeles Clippers memang sudah memastikan diri lolos ke babak playoff NBA, tapi prestasi itu tidak membuat Blake Griffin dkk puas. Clippers mencatat kemenangan ke-57 di musim ini dengan mengalahkan Denver Nuggets 117-105.
Sayang, kemenangan itu harus dibayar mahal dengan Griffin yang mendapatkan technical foul ke 16 di musim ini. Artinya, Griffin tidak bisa bermain ketika melawan Portland Trail Blazzers. Dia dan J.J Redick akan diistirahatkan pada laga itu.
Chris Paul menjadi tumpuan Clippers dalam menghasilkan angka demi angka. Pada laga ini, Paul berhasil mengemas 21 poin dan 10 assist, sedangkan Redick menambah dengan torehan 18 poin, disusul DeAndre Jordan yang mengemas 13 poin dan 16 rebound.
Paul sangat senang timnya dapat mencetak rekor kemenangan baru di musim ini. “Semua bagus dan baik,” terang playmaker andalan Clippers itu, sebagaimana diberitakan oleh ESPN, Rabu (16/4/2014).
Kemenangan itu juga menjaga Clippers untuk meraih posisi kedua klasemen Wilayah Barat. Sejauh ini, Clippers bersaing dengan Oklahoma City Thunder untuk finis di urutan kedua Wilayah Barat.
Partai lainnya, New York Knicks juga berhasil memetik kemenangan ketika berhadapan dengan tim sekota, Brooklyn Nets. Tanpa kehadiran Carmelo Anthony, Knicks mempertegas keperkasaan dengan mengalahkan Nets 109-98.
Ada enam pemain Knicks yang berhasil menceta di atas 10 poin. Tapi, pemain cadangan Tim Hardaway Jr menjadi pemain yang paling bersinar di pertandingan ini dengan menghasilkan 16 poin. Tiga pemain, Amare Stoudemire, J.R Smith, dan Shannon Brown sama-sama menghasilkan 14 poin untuk tim tamu.
Dari tim Nets, pemain cadangan Marcos Thornton juga bermain agresif dengan menghasilkan 24 poin, Mason Plumlee menambah lewat torehan 16 poin dan sembilan rebound.
(hmr)
Bale Antar Madrid Juara Copa del Rey
Kamis, 17 April 2014 - 04:28 wib
Pemain Real Madrid merayakan gelar juara Copa del Rey. (Foto: Heino Kalis/REUTERS)
VALENCIA – Real Madrid sukses meraih gelar Copa del Rey musim ini setelah mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1. Bertanding di Estadio de Mestalla, Kamis dini hari WIB, El Real mampu tampil kompetitif, sehingga membuat Barca seakan kesulitan menembus pertahanan Madrid.
Memulai pertandingan, kedua tim terlihat memainkan permainan terbuka. Tak jarang, kedua tim terlihat jual beli serangan. Madrid sendiri mendapatkan peluang dari Gareth Bale, namun dua peluang yang diperoleh Bale gagal berubah menjadi gol.
Baru pada menit ke-11, Angel Di Maria memecah kebuntuan. Berawal dari serangan balik yang cepat, Di Maria yang memiliki kecepatan mampu melewati kawalan pemain Barca. Dengan tenang, pemain Argentina itu menceploskan bola ke gawang Barca yang dikawal Pinto. Madrid sementara memimpin.
Setelah gol dari Di Maria, kedua tim masih saling menyerang. Barca yang memiliki ciri khas penguasaan bola mampu mendominasi jalannya pertandingan. Namun, tak jarang juga Madrid melakukan serangan balik yang cepat.
Beberapa kali juga usaha dari Jordi Alba, Messi, dan Neymar yang belum bisa menembus pertahanan Madrid yang bermain ketat. Peluang akhirnya diperoleh oleh Messi di menit ke-41. Sayang, sepakan keras Messi hanya menyamping dari gawang Casillas.
Hingga pertandingan babak pertama usai, skor belum berubah masih 1-0 untuk keunggulan Madrid.
Lanjut di interval kedua, tempo tinggi masih tercipta. Madrid pun langsung mendapatkan peluanng dari Bale. Tapi, bola masih belum menemui sasaran yang tepat. Lagi, pemain termahal dunia itu mendapatkan peluang, tapi kali ini bola masih melambung.
Masuk di menit ke-68, giliran Marc Bartra yang mampu mencetak gol. Memanfaatkan umpan Xavi, Bartra dengan tenang menyundul bola ke pojok gawang Casillas. Skor berubah menjadi 1-1.
Setelah kedudukan menjadi imbang, Madrid kian gencar untuk mencetak gol kembali. Gelandang Madrid, Luka Modric pun nyaris mencetak gol di menit ke-81, tapi bola masih membentur mistar gawang.
Memasuki menit 85, Bale akhirnya mampu mencetak gol bagi Madrid. Bermula dari umpan Fabio Coentrao, Bale yang mempunyai kecepatan mampu melewati kawalan Bartra. Dan dengan tenang, Bale mampu mengecoh Pinto. Madrid pun memimpin 2-1.
Di penghujung pertandingan, Barca nyaris menyamakan kedudukan. Tapi, sepakan keras Neymar hanya mengenai mistar gawang Madrid. Hingga pertandingan usai, Madrid tetap memimpin dan menjadi juara Copa del Rey tahun ini.
Susunan Pemain:
Barcelona: Pinto, Dani Alves, Javier Mascherano, Marc Bartra/Alexis Sanchez, Jordi Alba/Adriano, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Cesc Fabregas/Pedro Rodriguez, Neymar Da Silva, Lionel Messi
Real Madrid: Iker Casillas, Pepe, Sergio Ramos, Fabio CoentrĂŁo, Carvajal, Xabi Alonso, Luka Modric, Gareth Bale, Di MarĂa/Illaramendi, Isco/Casemiro, Karim Benzema/Raphael Varane
Ancelotti: Kami Layak Jadi Juara
Kamis, 17 April 2014 - 05:04 wib
Carlo Ancelotti. (Foto: Sergio Perez/REUTERS)
VALENCIA – Real Madrid sukses meraih gelar Copa del Rey musim ini setelah mampu mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1. Meski tampil tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo, Madrid tetap tampil kompetitif.
Dua gol Madrid sendiri diciptakan oleh Angel Di Maria dan Gareth Bale. Sementara Barca, mampu melesakkan gol lewat aksi Marc Bartra. Sepanjang pertandingan memang El Barca yang menguasai bola, akan tetapi Madrid mampu tampil lebih efisien.
Keberhasilan ini juga ditanggapi positif oleh entrenador, Carlo Ancelotti. Menurutnya, Madrid memang layak menjadi juara karena penampilan yang konsisten.
“Kami bermain di tingkat maksimum kami. Kami tampil sangat baik untuk sebagian besar pertandingan. Saya pikir kami layak mendapatkan gelar itu,” ungkap Ancleotti seperti dikutip Football-Espana, Kamis (17/4/2014).
“Semua pemain yang sudah tampil, lalu cederanya Ronaldo memberikan kami motivasi lebih. Ini merupakan hal yang normal kepercayaan diri kami menjadi meningkat menjelang musim ini berakhir,” tandasnya.
Selasa, 15 April 2014
Maldini: Investasikan Pemain Muda, Milan!
Rabu, 16 April 2014 - 07:11 wib
MILAN – Lima pertandingan tak terkalahkan AC Milan belakangan ini di Serie A, tak menutup permainan inkosisten I Rossoneri yang ditunjukkan di awal dan pertengahan musim ini. Atas penampilan tak menentu itu, legenda Milan, Paulo Maldini menyerukan kepada Milan untuk menginvestasikan pemain muda.
Ya, memang pemain-pemain muda tak dapat langsung menjadi pemain penentu sebuah tim dalam kompetisi. Namun, untuk kesuksesan jangka panjang, sebuah tim yang berhunikan pemain-pemain dari produk lokal sangatlah penting.
Maldini sendiri juga merupakan pemain muda akademi Milan yang memulai debutnya untuk tim senior di tahun 1985. Setelahnya, ia melanjutkan karir hingga tahun 2009 dengan total 647 pertandingan dan 29 torehan gol.
Ia tak ingin Milan saat ini, hanya mengandalkan pembelian pemain-pemain bernilai tinggi dan berstatus bintang. Menurut Maldini, keseimbangan antara tim utama dan tim muda sangat diperlukan.
“Untuk memberikan filosofi sebenarnya kepada anak muda, Anda harus merencanakan setidaknya untuk lima tahun dan itu membutuhkan kesabaran. Anda tak dapat hanya berinvestasi kepada tim utama. Anda harus memiliki keseimbangan di tim utama dan tim muda untuk kesuksesan jangka panjang,” ucap Maldini kepada Goal, Rabu (16/4/2014).
“Ide-ide berbeda telah diterapkan di Eropa dalam menghabiskan uang untuk menciptakan perbedaan di kualitas, dan Milan sedikit tertinggal dari mereka,” tambahnya.
Sepatu Emas Eropa, Milik Ronaldo atau Suarez?
Senin, 14 April 2014 - 18:08 wib
Trofi Sepatu Emas Eropa, siapa yang berhak meraihnya? (Foto: Ist)
LIVERPOOL – Musim sepakbola di liga-liga Eropa akan segera berakhir. Dua nama, yakni Cristiano Ronaldo (Real Madrid) dan Luis Suarez (Liverpool) berpeluang besar memenangkan penghargaan Sepatu Emas, atau pencetak gol terbanyak Eropa. Lalu siapakah yang akan memenangkannya?
Saat ini, juru gedor The Reds, Suarez menjadi yang terdepan dengan perolehan 29 golnya di Premier League. Melihat momentum dan penampilan tim saat ini, pemain asal Uruguay tersebut, berpeluang besar menggungguli Ronaldo.
Ya, winger asal Portugal tersebut memang selalu diunggulkan meraih Sepatu Emas bersama pemain terbaik dunia lainnya yang berada di Barcelona, Lionel Messi. Namun Ronaldo saat ini tengah mengalami cedera otot kaki dan tertinggal satu gol dengan Suarez.
Selain itu, Ronaldo dan Suarez memiliki keunggulan bermain di La Liga dan Premier League. Karena kedua liga tersebut memiliki koefisien nilai 2, untuk satu gol yang dibuat. Peluang sama tetap dimiliki mereka berdua karena perolehan gol yang sangat ketat hingga akhir musim nanti.
Meski begitu, Perebutan Sepatu Emas juga tak hanya milik mereka, masih ada nama-nama beken lainnya seperti Diego Costa (Atletico Madrid), dan Lionel Messi (Barcelona).
Berikut 5 top skorer liga-liga Eropa saat ini, diwartakan Goal, Senin (14/4/2014):
Peringkat / Pemain / Negara / Klub / Liga / Koefisien / Gol / Poin
1. Luis Suarez (Uruguay), Liverpool-Premier League, 2-29-58
2. Cristiano Ronaldo (Portugal), Real Madrid-La Liga, 2-28-56
3. Diego Costa (Spanyol), Atletico Madrid-La Liga, 2-26-52
4. Lionel Messi (Argentina), Barcelona-La Liga, 2-25-50
5. Jonathan Soriano (Spanyol), Red Bull Salzburg-Austria Super League, 1.5-27-40.5
"Messi Pasti Bersinar"
Rabu, 16 April 2014 - 04:44 wib
Lionel Messi. (Foto: Gustau Nacarino/REUTERS)
BARCELONA – Pertandingan seru nan menarik bakal tersaji di Estadio Mestalla di mana partai final Copa del Rey, Barcelona kontra Real Madrid akan digelar. Jelang pertandingan tersebut, nama Lionel Messi terus menjadi perbincangan hangat.
Diketahui, Barca sendiri datang dengan kondisi yang boleh dibilang menurun. Selain ditaklukkan oleh Atletico Madrid di ajang Liga Champions, El Barca juga harus menyerah dari Granada yang notabene hanya tim papan tengah La Liga.
Belum lagi, performa Messi yang belakangan ini terlihat tidak seperti biasanya. Di dua pertandingan terakhir, El Messiah pun gagal mencetak gol. Kendati demikian, eks pemain Barcelona, Michael Laudrup berujar bahwa Messi akan kembali bersinar pada final Copa del Rey.
Menurut Laudrup, Messi tetap menjadi momok yang menakutkan bagi Madrid,” Sangat sulit untuk membicarakan dirinya (Messi). Dia merupakan pemain terbaik dunia dan salah satu yang terbaik sepanjang masa,” ungkap Laudrup seperti dilansir Soccerway, Rabu (16/4/2014).
“Dalam beberapa pertandingan terakhir, dia belum menunjukkan performa terbaik. Tapi pada bulan sebelum Maret, dia mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan,” papar Laudrup.
Puyol & CR7 Siap Tempur di Final Copa?
Selasa, 15 April 2014 - 03:29 wib
BARCELONA – Partai El Clásico, terutama jika sudah bicara penentuan gelar juara di final Copa del Rey, tentu akan lebih menarik jika dua tim rival abadi bisa tampil dengan skuad penuh. Namun kemungkinan itu masih 50-50 lantaran kondisi Carles Puyol di kubu Barcelona dan Cristiano Ronaldo di pihak Real Madrid belum jelas.
Puyol sendiri mengaku masih berusaha keras untuk menggeber kepulihannya dan berharap bisa dinyatakan fit untuk memimpin Barca lagi pada final Kamis dini hari mendatang yang kali ini akan dihelat di Estadio Mestalla, Valencia.
“Saya masih berusaha keras untuk menyiapkan diri jelang final Copa. Saya ingin bermain di semua laga-laga terakhir musim ini,” ujar Puyol.
“Masih ada dua hari tersisa dan saya akan melakukan segalanya untuk berupaya sembuh, fit dan turun bermain. Kita lihat saja besok,” lanjutnya, sebagaimana dilansir Football-Espana, Selasa (15/4/2014).
Lalu bagaimana dengan situasi Ronaldo di Madrid? Entrenador Carlo Ancelotti memaparkan bahwa cedera paha CR7 – sebutan Ronaldo, sedianya terus membaik. Namun jika di saat terakhir tim dokter belum memberi lampu hijau, Ancelotti enggan ambil risiko besar.
“Perkembangannya semakin baik setiap hari, jadi jangan dulu menyatakannya tak bisa tampil. Meski begitu, kami tak ingin ambil risiko apapun terhadapnya,” timpal Ancelotti.
Tampil tanpa CR7, tentu akan jadi kehilangan besar buat El Real. Namun Ancelotti tak ingin terlampau khawatir dan meyakini, anggota skuadnya yang lain masih dianggap mumpuni mengisi lowong perannya.
“Jika dia tak bermain, sistem permainan takkan kami ubah. Para pemain dalam keadaan rileks dan percaya diri. Mereka punya keyakinan pada sistem bermain kami,” sambung Don Carletto.
“Cristiano tentu selalu dirindukan, tapi para pemain lain takkan mengatakan, ‘Ya Tuhan, apa yang harus kami lakukan tanpanya?!’. Mereka percaya diri dan tahu bagaimana caranya menang tanpa dia. Absennya Ronaldo juga jadi kesempatan bagus buat pemain lain untuk menunjukkan kemampuannya di laga final,” tutup Ancelotti.
Ini Cara Ancelotti Hadapi Barca
Minggu, 16 Februari 2014 - 07:56 wib
Carlo Ancelotti (foto: Marca)
MADRID – Copa del Rey musim ini bakal mempertemukan Real Madrid dengan Barcelona di final. Pelatih El Real, Carlo Ancelotti punya cara untuk menghadapi laga yang bertajuk El Clasico tersebut.
Madrid lolos ke final, usai menyingkirkan juara bertahan, sekaligus rival satu kota mereka, Atletico Madrid dengan agregat 5-0. Sementara Barcelona, sukses meraih tiket ke final, setelah menyudahi perlawanan Real Sociedad dengan agregat 3-1.
Ancelotti enggan menanggapi ini dengan khawatir dan coba mempersiapkan skuadnya lewat berbagai cara, salah satunya adalah melakukan latihan yang lebih intensif.
“Sekarang saya tidak khawatir tentang final Copa del Rey, cara terbaik untuk bersiap-siap ke final Copa adalah punya satu pekan intensif untuk latihan. Tapi kami terbiasa bermain setiap tiga hari sekali,”ucap Ancelotti kepada Marca, Minggu (16/2/2014).
Dua tim dengan rivalitas abadi ini akan saling bentrok di partai puncak Copa del Rey yang bakal digelar di Mestalla 19 April 2014.
Final Copa del Rey, Simeone Jagokan Barca
Selasa, 15 April 2014 - 18:34 wib
Patut ditunggu, siapa yang terbaik di kompetisi kasta kedua di negeri Matador tersebut. Terlebih pertandingan yang melibatkan Madrid dan Barca ini selalu disuguhi intrik dan drama, sehingga menimbulkan cerita.
Pada final nanti, Simeone kali ini hanya menjadi penonton saja, lantaran Atletico sudah gugur terlebih dahulu pada babak semifinal. Dan klub yang menyingkirkan Los Colchoneros adalah Los Blancos dengan agregat 0-5.
“Saya pikir Barcelona akan memenangkannya (Copa del Rey),” ucap Simeone dengan singkat kepada AS.
Sayang pelatih berpaspor Argentina itu enggan memberikan penjelasan, namun jika dilihat tersingkirnya Atletico dari Copa del Rey, bisa menjadi alasan mengapa Simeone memilih Barca.
Laga El Clasico akan tersaji Kamis dini hari WIB nanti di stadion Mestalla.
Sayang beberapa pemain kunci dari kedua klub terancam tidak bisa turun di laga pamungkas. Termasuk salah satu bintang El Real, Cristiano Ronaldo dan kapten Barca, Carlos Puyol. Keduanya masih diragukan tampil di final nanti, karena cedera.
liga BBVA
"Minus CR7, Madrid Tetap Solid"
Rabu, 16 April 2014 - 06:54 wib
Seperti diberitakan sebelumnya, CR7 –julukkan Ronaldo harus memulihkan cedera yang didapat saat menang 3-0 di leg pertama perempatfinal kontra Borussia Dortmund. Tapi, El Real tidak hanya kehilangan Ronaldo saja, akan tetapi ada ada tiga hingga empat pemain lagi yang juga tidak bisa memperkuat Madrid.
Kendati CR7 absen, penjaga gawang Madrid, Iker Casillas mengatakan bahwa skuadnya bakal tetap solid. Saint Iker pun optimistis bahwa Los Blancos siap untuk menjuarai Copa del Rey.
“Absennya Ronaldo memang berdampak buruk bagi kami, pemain seperti Jese, Arbeloa, Marcelo juga tidak bisa tampil. Namun, kami tidak memikirkan tentang para pemain yang tidak bisa bermain, kami hanya memikirkan para pemain yang bisa bermain,” ujar Casillas seperti dikutip Goal, Rabu (16/4/2014).
“Tim ini sudah siap. Mungkin kami belum memiliki hasil yang baik saat melawan rival kami di liga, tapi itu adalah hal yang biasa. Jika berbicara bersaing meraih gelar, Anda harus mengalahkan lawan Anda. Tim ini solid. Jika Anda datang dari hasil yang baik, tim memiliki kepercayaan seperti itu,” tutur Casillas. (asm)
Langganan:
Postingan (Atom)
+start+-+mulai.gif)








